Pojok Selatan 4: Lebih dari Sekadar Menulis: Pengalaman Belajar Fountain Pen di Pojok Selatan
Di tengah era digital, aktivitas menulis dengan tangan mulai menjadi kebiasaan yang semakin jarang dilakukan. Bagi banyak orang, menulis kini hanya menjadi aktivitas fungsional—mencatat sesuatu dengan cepat atau sekadar membubuhkan tanda tangan. Padahal, ada pengalaman yang jauh lebih kaya ketika kita benar-benar meluangkan waktu untuk menikmati setiap goresan tulisan.
Hal itulah yang kembali dirasakan dalam sesi terbaru Pojok Selatan yang diadakan kedua kali nya di WarungBiji Jakarta.
Acara yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang ini menjadi ruang untuk belajar, berbagi, sekaligus menikmati proses menulis tanpa tekanan. Menariknya, salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman yang benar-benar baru baginya, terutama karena untuk pertama kalinya ia dapat mengenal dan mencoba berbagai jenis writing instruments, mulai dari fountain pen hingga berbagai karakter tinta yang berbeda.
Dimulai dari Writing Drills
Sebelum masuk ke sesi utama, seluruh peserta diajak melakukan writing drills sebagai pemanasan.
Latihan sederhana ini ternyata memberikan dampak yang cukup besar. Banyak peserta menyadari bahwa setelah melakukan serangkaian latihan dasar tersebut, kontrol tangan menjadi lebih stabil, ritme menulis terasa lebih nyaman, dan hasil tulisan pun terlihat lebih rapi dibandingkan saat pertama kali mulai menulis. Melalui latihan ini, peserta belajar bahwa tulisan yang indah bukan hanya soal bakat, melainkan juga tentang membangun kebiasaan, ritme, dan koordinasi tangan yang baik.
Belajar Bersama, Bukan Berlomba
Setiap orang memiliki tantangannya masing-masing. Ada yang merasa kesulitan menulis huruf M, ada yang masih berjuang membuat lengkungan huruf A dan Q, sementara yang lain mencoba menemukan konsistensi pada tinggi dan kemiringan huruf. Alih-alih menjadi kompetisi, perbedaan tersebut justru menciptakan suasana belajar yang hangat. Para peserta saling bertukar masukan, memberikan umpan balik, hingga berbagi tips sederhana yang mereka temukan selama latihan berlangsung. Semangat untuk saling membantu inilah yang menjadi salah satu hal paling berharga dari setiap pertemuan di Pojok Selatan.
Mencoba Berbagai Fountain Pen dan Warna Tinta
Salah satu momen yang paling dinantikan adalah kesempatan mencoba berbagai fountain pen yang telah disediakan oleh Pojok Selatan. Setiap pena memiliki karakter yang berbeda—mulai dari ukuran nib, tingkat kelenturan, hingga sensasi saat menyentuh kertas. Pengalaman tersebut membuat peserta dapat menemukan karakter pena yang paling sesuai dengan gaya menulis mereka. Tidak hanya itu, peserta juga bebas mengeksplorasi berbagai warna tinta dari Tinta Nusantara. Beragam pilihan warna memberikan pengalaman menulis yang terasa lebih personal dan menyenangkan. Setiap warna menghadirkan karakter tersendiri, membuat aktivitas menulis bukan lagi sekadar menghasilkan tulisan, tetapi juga menjadi bentuk ekspresi diri. Kombinasi antara fountain pen dan tinta berkualitas membuat pengalaman menulis terasa jauh lebih memuaskan—sebuah pengalaman yang sulit didapat ketika hanya menggunakan alat tulis biasa.
Menulis Sebagai Cara untuk Melambat
Pada akhirnya, Pojok Selatan bukan hanya tentang belajar membuat tulisan menjadi lebih indah.
Ia menjadi pengingat bahwa di tengah kehidupan yang bergerak begitu cepat, kita masih bisa menemukan kesenangan sederhana melalui selembar kertas, sebuah fountain pen, dan waktu untuk benar-benar hadir dalam setiap goresan. Karena terkadang, yang kita butuhkan bukanlah menulis lebih cepat, melainkan menikmati setiap kata yang kita tuliskan.




Comments